Kembangkan Obat Anti Penuaan Menggunakan AI, Startup Ini Raih Pendanaan USD 2,2 Juta

Gambar: Tech in Asia

Gero, startup teknologi kesehatan asap Singapura dikabarkan telah mendapatkan pendanaan Seri A sejumlah USD 2,2 juta. Startup ini fokus dalam memanfaatkan platform kecerdasan buatan (AI) untuk keperluan pengembangan obat-obatan guna mengobati masalah penuaan dan penyakit-penyakit yang timbul akibat penuaan.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh Bulba Ventures, kapital ventura yang berfokus pada pendanaan starup AI dan Machine Learning. Ikut serta juga dalam pendanaan ini yaitu Yury Melniche, seorang investor dan pengusaha di bidang farmasi, IT, dan AI.

Dilansir oleh Tech in Asia, Peter Fedichev, pendiri dan CEO Gero mengatakan bahwa penuaan adalah faktor risiko tunggal terpenting di balik timbulnya berbagai penyakit kronis dan kematian. Untuk itu, dia dan timnya menyatakan siap untuk memperlambat penuaan terhadap diri manusia.

Lebih lanjut, Peter Fedichev menyatakan bahwa Gero akan mencapai hal ini dengan mengumpulkan data medis dan genetik melalui repositori sampel biologis dan membuat database sampel darah yang dikumpulkan selama 15 tahun terakhir. Platform AI miliknya mampu menentukan jenis protein yang jika jika diblokir atau dihilangkan maka akan dapat membantu peremajaan.

Adapun potensi pasar untuk solusi masalah penuaan diperkirakan akan mencapai USD 13,5 triliun pada tahun 2032 nanti. Kendati begitu, Gero bukan satu-satunya pemain dalam bidang ini. Sebelumnya sudah ada beberapa perusahaan lain seperti Calico, Novartis, Alkahest dan Unity Biotechnology.

Namun, Gero berencana untuk fokus pada uji klinis pada populasi yang rentan, seperti pasien kanker, yang mengalami gejala penuaan yang dipercepat. Dengan terapi anti-penuaan, perusahaan percaya bahwa itu dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kemoterapi dan meningkatkan kualitas hidup setelah perawatan.

Kendati obat anti-penuaan milik mereka masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, namun Gero mengklaim bahwa mereka tetap bisa memonetasi dengan cara menawarkan solusi berbasis AI seperti estimasi usia biologis dari sensor yang dapat dipakai untuk penilaian risiko kesehatan kepada beberapa perusahaan seperti bank, asuransi, pengelola dana pensiun, dan universitas.