Kamera Pendeteksi Gangguan Fundus Mata Berbasis AI Terbaru dari Baidu

mobihealthnews.com

Perangkat ini mampu memeriksa fundus mata dan menampilkan hasilnya hanya dalam hitungan detik.

Perintis mesin pencari berbahasa Cina Baidu minggu lalu merilis perangkat berbasis Kecerdasan Buatan (AI) pendeteksi gangguan fundus mata, yang mampu mengakibatkan kebutaan. Perangkat canggih bernama AI Fundus Camera ini, mampu memeriksa tiga macam gangguan fundus okuler.

Kamera AI ini akan mengambil foto dan kemudian menampilkan laporan pemeriksaan. Menurut perusahaan, pengambilan foto tidak harus dilakukan petugas medis.

Baidu mengembangkan teknologi ini dengan bekerjasama dengan rumah sakit mata di Cina yang mampu memindai kondisi seperti retinopathy diabetes, degenerasi makular, dan glukoma. Pengembangan menyimpulkan bahwa penting mempelajari citra fundus. Pemeriksaan fundus mampu dilakukan sistem dengan sensitivitas sebesar 94% dan 94% spesifisitas.

Pentingnya teknologi ini

Baidu menyatakan, Cina sendiri kekurangan dokter ahli Opthalmologi. Teknologi ini diharapkan setidaknya bisa mengenali gangguan yang hanya bisa dideteksi ahli Opthalmologis. Baidu juga berkomitmen menyumbangkan 500 kamera ke daerah pedesaan di Cina.

Tren terkini

Pengembangan ini bukanlah keterlibatan pertama Baidu dalam kesehatan digital. Dua tahun lalu Baidu merilis Melodi, bot pemandu konversasional berbasis AI. Teknologinya mengumpulkan informasi, merespon pasien tentang kondisi medisnya dan memberi laporan ke dokter ahli. Perangkat tersebut terhubung pada aplikasi Doctor app Baidu, yang pertamakali diluncurkan 2015 lalu yang membantu pasien bertanya langsung ke dokter dan menjadwalkan konsultasi.

Baidu juga bukan satu-satunya korporasi Cina yang memasuki dunia kesehatan digital. Perusahaan Insurtech Cina CareVoice sukses menggalang dana sebesar $18 juta pada 2018 lalu dan dilaporkan sudah siap melebarkan pasar ke Hong Kong.

Berpenduduk 1.4 milyar orang, pasar Cina adalah potensi besar industri kesehatan digital. Perusahaan dari seluruh dunia sedang berusaha memasuki pasar tersebut. Tahun lalu EarlySense dari Israel bekerjasama dengan Shenzhen Lachesis Mhealth memperluas ekspansi ke pasar Cina.

Tren ini juga menarik minat Amerika, bahkan sudah diwujudkan dalam bentuk program khusus. Seperti program bersama kompetisi startup Pertemuan US-China Health Summit dan Harvard University (US-China Health Summit Innovation Competition) yang membantu para inovator Barat menjangkau pasar Cina. Kerjasama tersebut juga melibatkan banyak pihak seperti pejabat pemerintahan dan perwakilan rumah sakit Cina, dengan para CEO rumah sakit besar menjadi juri kompetisinya.