Ini Langkah Pemerintah Untuk Cegah Virus Cacar Monyet Masuk indonesia

Petugas KKP memasang Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh di pintu kedatangan internasional Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Riau Gambar: Kompas.com

Penyakit cacar monyet atau monkeypox saat ini tengah mengancam wilayah Batam setelah di Singapura 1 orang telah positif dinyatakan mengalami penyakit ini, serta 23 orang lainnya yang masih terindikasi harus dikarantina. Terkait dengan hal tersebut, Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes RI) telah melakukan upaya pencegahan masuknya penyakit berbahaya ini.

Salah satu langkahnya adalah Di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, telah dipasang thermal scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi virus pernyebab penyakit cacar monyet ini.

Alat canggih tersebut dioperasikan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di pintu kedatangan internasional. Petugas medis KKP Bandara SSK II Pekanbaru dr. Risnandar menjelaskan, thermal scanner fungsinya untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang datang dari negara terjangkit virus yang memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara SSK II Pekanbaru.

“Alat ini mendeteksi suhu tubuh dimana penumpang yang suhu tubuhnya lebih atau sama dengan 38 derajat, penumpang bisa kita periksa. Diperiksa riwayat perjalanannya apakah ada ke negara terjangkit ataupun kontak erat dengan penderita yang sakit (monkeypox),” jelas Risnandar.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menjelaskan bahwa penyakit tersebut sudah masuk ke Singapura, sehingga kantor kesehatan di pelabuhan Batam maupun pintu masuk utama ke Indonesia dilakukan penguatan pemeriksaan kesehatan.

“Kalau di semua pelabuhan kita punya kantor kesehatan pelabuhan. Jadi artinya kita perlu karantina, di Soekarno-Hatta kita ada. Bentuknya screening demam, temperature, seperti CCTV gitu, jadi kalau anda demam dan lewat situ, kamu gambarnya jadi merah-merah gitu ya,” jelas Nila.

Selain berupaya mencegah masuknya penyakit tersebut ke Indonesia, Menkes pun juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mudah tertular penyakit cacar monyet.

“Bukan hanya lingkungan aja tapi diri sendiri, cuci tangan sebelum makan dan sebagainya. Kalau kita batuk-batuk pakai masker dong, kan sederhana tapi kita tidak menularkan kepada yg lain,” lanjut Nila.

Kendati begitu, pemerintah mengaku kalau sampai sejauh ini belum ada informasi adanya kasus monkeypox di Riau, namun tetap waspada sehubungan adanya penerbangan langsung Singapura-Pekanbaru.

Untuk diketahui, gejala yang timbul akibat cacar monyet yaitu demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Khasnya, timbul ruam pada kulit wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya yang berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tingga minggu sampai ruam tersebut menghilang.