Indonesia Kini Sudah Bisa Memproduk Obat Kanker Berlabel Halal

Peresmian pabrik obat kanker PT CKD OTTO Pharmaceutical di Cikarang Bekasi oleh Menteri Kesehatan RI. Gambar: SWA

OTTO Parmaceutical yang menggandeng perusahaan farmasi asal Korea Selatan Chong Kun Dong Pharmaceutical (CKD Pharma) beberapa waktu lalu telah meresmikan pendirian pabrik obat kanker berlabel halal di daerah Cikarang, Jawa Barat di bawah bendera PT CKD OTTO Pharma.

Nantinya pabrik ini akan memproduksi 10 obat dasar untuk kanker, namun baru 3 obat dasar yang mendapat nomor ijin edar. Targetnya pada November akan bisa ada di pasar semua.

“Kami akan fokus di pasar lokal, saat ini disiapkan 50% dari produksi untuk pasar lokal. Targetnya untuk pasar lokal kami bisa mencapai market share 30% untuk obat kanker, target tinggi ini karena CKD OTTO sangat fokus di obat onkologi dan satu-satunya bersertifikasi halal,” tutur Baik In Hyun, Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma.

Dirinya juga mengklaim bahwa fasilitas produksi onat-obatan tersebut telah memenuhi pedoman EU-GMP (standarisasi eropa) dan memiliki kapasitas produksi tahunan 1,6 juta vial, terdiri dua lantai seluas 12.588㎡ dengan total investasi sebesar USD30 juta. Fasilitas ini menggunakan sistem produksi dan manajemen dari Chong Kun Dang termasuk untuk obat anti-kanker utama yang diproduksi oleh Chong Kun Dang seperti Oxaliplatin, Gemcitabine, dan Docetaxel juga akan diproduksi dan didistribusikan secara lokal.

Sedangkan untuk label halalnya sendiri, telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Ketua Badan POM dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP mengatakan bahwa pendirian pabrik ini diharapkan bisa menekan impor obat kanker, biaya pengobatan dan memperkuat industri farmasi di Indonesia.

Untuk diketahui, peresmian pabrik tersebut juga dihadiri oleh Mentri Kesehatan Nila F Moeloek, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Chang Beom Kim dan perwakilan dari Kementrian Perindustrian dan MUI.