IDI: Presiden Terpilih Hendaknya Memandang Pembangunan Kesehatan Sebagai Investasi

dr. Daeng M Faqih, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia. Gambar: Detik health

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta nanti Presiden terpilih Indonesia hendaknya memandang pembangunan kesehatan dan juga pendidikan sebagai investasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum IDI dr. Daeng M Faqih.

Dikutip dari Antara News, dirinya melanjutkan bahwa berkaca pada banyaknya jumlah penyakit menular dan tidak menular di Indonesia, pembangunan kesehatan perlu dilakukan dari hulu yang dimulai dari ibu hamil. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai program kesehatan dan pendidikan pada anak hingga menyelesaikan sekolah.

“Dari 1.000 hari pertama kehidupan dalam kandungan dijaga gizinya. Ibunya ngga sakit-sakitanan, setelah lahir dijaga agar tidak sakit-sakitan. Kalau perlu tidak hanya sampai tiga atau lima tahun, tapi sampai usia SMP (Sekolah Menengah Pertama – red) misalnya itu dijaga,” tutur dr. Daeng.

Kendati begitu, menurut dr. Daeng pemerintah harus memperhatikan isu pembangunan kesehatan tidak hanya dilihat dari sektor kesehatan melainkan multisektor.

“Harus multisektoral bukan hanya masalah kesehatan, seperti ketersediaan pangan, harga pangan terjangkau, sektor lapangan pekerjaan supaya orang bisa menghidupi keluarganya. Itu kan bukan urusan kesehatan, tapi harus terlibat” jelas Daeng.

Dirinya melanjutkan, terdapat tantangan baru dari permasalahan perilaku anak saat usia sekolah mulai dari penyalahgunaan pornografi hingga perilaku seksual, serta penyalahgunaan obat-obatan dan produk tembakau.

Penanganan stunting atau kekerdilan pada anak serta pencegahan penyakit penting dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia usia produktif yang tidak terhalang dengan masalah penyakit ke depannya.