Gawat, WHO Tetapkan Ebola Sebagai Kondisi Darurat Global

Dr Margaret Chan, WHO Director-General addresses during the 67th World Health Assembly, Palais des Nations, Geneva. Monday 19 May 2014. Photo by Violaine Martin

Setelah menyebar di negara Republik Demakratik Kongo, akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola sebagai kondisi darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)

Dengan diberlakukannya kebijakan PHEIC ini maka penyebaran wabah Ebola sudah bisa digolongkan sebagai sebuah peristiwa luar biasa yang dapat menjadi resiko negara lain sehingga membutuhkan aksi kerjasama internasional”

Untuk diketahui, selama ini status PHEIC baru tercatat dikeluarkan oleh WHO sebanyak empat kali, yakni tahun 2009 untuk kasus H1N1 alias flu babi, Polio tahun 2014, dan Zika tahun 2016.

Sebelumnya, para komite ilmuwan WHO diketahui menunda pengumuman Ebola masuk dalam status PHEIC. Alasannya, mereka yakin pengumuman tersebut dapat merugikan ekonomi DRC.

Keputusan penundaan ini menuai kritik, termasuk Dr Jeremy Farrar, Director of the Wellcome Trust, Hopkins’s Tom Inglesby, Finland’s Mika Salimenen, dan Peter Piot, Director of the London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Namun karena dampak Ebola semakin meluas. Tercatat sudah menyebar sampai di utara Beni, Butembo, dan Mabalako di wilayah negara Kongo. Ada 2512 orang terinfeksi dan kemungkinan telah terjangkit Ebola. Termasuk 136 pekerja kesehatan dan 1670 orang telah meninggal dunia. Bahkan dalam beberapa minggu terakhir, terdapat 46% kasus Ebola di Beni.