Facebook Luncurkan Tiga Tools Pemetaan Penyebaran Penyakit

Gambar: www.mobihealthnews.com

Raksasa sosial media Facebook baru saja meluncurkan tiga peta baru yang bertujuan membantu pejabat kesehatan publik menangkal permasalahan dalam menunjuk kemunculan dan penyebaran penyakit. Tambahan terbaru ini mencakup peta kepadatan populasi beresolusi tinggi dengan perkiraan demografik, peta pergerakan, dan peta cakupan jaringan.

Proyek ini terinspirasi atas keputusan Facebook bekerja dengan lembaga nonprofit untuk memetakan situs bencana alam beberapa tahun lalu.

“Kami mulai berpikir cara menggunakan data kami dan memanfaatkannya dalam bidang lain.” Ujar Laura McGorman, Policy Lead of Data for Good di Facebook.

McGorman menjelaskan bahwa organisasi kesehatan publik seringkali mengandalkan data yang sudah kuno untuk melacak penyebaran penyakit. Pemetaan ini dikembangkan sebagai cara menangkal masalah tersebut.

“Kami yakin bukan hanya data Facebook yang bisa dimanfaatkan kedalam model namun juga kemampuan kecerdasan buatan, sains data, dan kekuatan komputer kami.” lanjut McGorman.

Lebih lanjut, McGorman mengaku saat Facebook merencanakan kampanye kesehatan publik atau merespon penyebaran penyakit, organisasi kesehatan membutuhkan informasi tentang dimana penderitanya tinggal, termasuk pemantauan real-time di lapangan. Namun, di sebagian besar Negara, informasi dari sensus terkini seringkali tidak mutakhir dan pemantauan berkala dari masyarakat terpencil seringkali jarang ditemukan.

Facebook bukan pemain baru dalam bidang kesehatan publik. Bahkan, Facebook sudah melibatkan sejumlah inisiatif dari pengumpulan darah hingga pusat rehabilitasi. Contohnya, raksasa sosial media ini pernah meluncurkan kampanye yang membantu menangkal krisis opioid Juni lalu, sehingga pengguna yang mencari opioids malah justru akan diarahkan ke pusat rehabilitasi terdekat.

Facebook juga pernah mengadakan pengumpulan darah di Amerika Serikat awal tahun ini, yang membantu pengguna Facebook mendaftarkan diri sebagai pendonor darah dan memandu mereka ke bank darah terdekat yang dibutuhkan. Program ini dimulai di India pada 2017 lalu. Tahun lalu Facebook juga memperkenalkan program serupa di Pakistan, Brazil, India, dan Bangladesh. Sejak diluncurkan, 35 juta masyarakat sudah mendaftarkan diri sebagai pendonor di berbagai Negara.