ClickClinic Ingin Bantu Pasien Terhindar Dari Ketidaknyamanan Mengantre Saat Berobat

Pada suatu hari, seorang pria bernama Frederick Wong membawa berobat bayinya ke klinik. Namun, setelah sampai di sana justru dia terjebak di antrean panjang. Sehingga Wong harus menunggu lebih dari dua jam sebelum gilirannya tiba.

“Sangat membuat saya bingung, mengapa masalah ini ada bahkan sampai hari ini. Jadi, saya berangkat dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya,” ucap Wong sebagaimana MedX kutip dari situs e27.

Wong akhirnya mendirikan startup bernama ClickClinic di Singapura pada akhir 2017. Melalui platform yang dikembangkannya, calon pasien dapat memeriksa dan mengetahui antrean di sebuah klinik atau rumah sakit secara real-time melalui notifikasi yang dikirimkan lewat pesan teks. Sehingga pasien dapat tahu berapa banyak pasien yang sedang antri, dan akhirnya bisa merencanakan waktu pergi berobat secara tepat.

“Anda bisa mendapatkan antrean online untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai tanpa harus berada di lokasi. Selanjutnya, kami akan mengirimkan pemberitahuan status antrian secara real-time sehingga Anda dapat berjalan-jalan di sekitar klinik dengan mudah,” tambah pria yang sebelumnya pernah bekerja di OctopusTravel, Travelocity, dan Expedia itu.

Platform ClickClinic sendiri baru akan diluncurkan secara perdana pada Oktober tahun ini. Wong mengklaim saat ini startupnya tersebut telah memiliki total lima mitra klinik dan lebih dari 2.000 pengguna terdaftar.

“Kami baru-baru ini berada di Island Family Clinic, yang mengoperasikan lima klinik di Singapura. Ribuan pasien mereka sekarang dapat memeriksa kondisi antrean, mendapatkannya secara online dari rumah mereka dan menerima pemberitahuan saat giliran mereka tiba sebentar lagi,” jelas Wong

Menurut Wong, ada beberapa platform pemesanan dokter online di Singapura untuk membantu pasien melewati antrean panjang di klinik atau rumah sakit, tetapi kebanyakan adalah berkonsep appointment dan berbentuk aplikasi.

Wong menyebut bahwa ClickClinic sebagai QaaS (Queue-As-A-Service).Yang pada intinya ingin menjadi solusi bagi pasien agar terhindar dari ketidaknyamanan saat antre berobat.