BPPT Tengah Kembangkan Implan Tulang Berbahan Titanium

Pengembangan implan tulang titanium oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Foto: Humas BPPT

Setelah berhasil mengembangkan produk implan tulang stainless steel tipe 316L (SS 316L), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berinovasi dengan mengembangkan implan tulang dengan bahan lain, yakni titanium.

“Bahan titanium patut menjadi pilihan, khususnya dalam menciptakan inovasi implan tulang yang akan digunakan sebagai pengganti tulang panggul, tulang lutut, atau implan tulang traumatik,” ungkap perekayasa utama dari Pusat Teknologi Material (PTM), I Nyoman Jujur, dikutip dari situs berita Tempo.

Inovasi implan tulang terus dikembangkan untuk mencari material baru sehingga menghasilkan produk-produk jenis implan tulang yang lebih maju. Hal ini sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

“Saat ini implan tulang panggul masih 100 persen impor dari luar negeri. BPPT tengah mengembangkan implan berbahan titanium untuk digunakan pada tulang panggul. Sudah bermitra dengan salah satu industri lokal di Klaten, Jawa Tengah,” tutur Nyoman.

Kepala Program Kegiatan Biokompatibel Material untuk Alat Kesehatan tersebut juga menjelaskan bahwa titanium bersifat ringan, serta ketahanan karat dan kekuatan mekanisnya tinggi. Sehingga lebih kuat, juga sifat bikompatibilitas-nya yang sangat baik untuk material implan tulang.

Tahapan pembuatan material titanium sangat reaktif, sehingga memerlukan peralatan yang canggih, seperti peleburan dan rekayasa material dalam dapur vakum. Selain itu, keunggulan proses bahan implan titanium mampu dibuat dengan teknologi cetakan presisi, sehingga sedikit memerlukan proses pemesinan serta dapat diproduksi massal dan bisa menekan biaya pembuatan.

“Titanium, selain digunakan untuk material implan tulang, bisa untuk material implan gigi dan kebutuhan alat medis lainnya,” pungkasnya.