Ini Dia Dua Produk Terbaru Mitra Rajawali Banjaran

Bulan Januari lalu, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) melalui anak perusahaannya PT Mitra Rajawali Banjaran telah mencanangkan rencananya untuk lebih memperkuat sektor bisnis produk alat kesehatan (alkes). Hal ini merupakan salah satu upaya RNI untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi impor alat kesehatan.

Sejalan dengan hal tersebut, Mitra Banjaran dikabarkan tengah mengembangkan dua produk alkesnya yaitu safety box jarum suntik dan hydroxyapatite scaffold.

Achmad Sufi, Direktur Utama Mitra Banjaran menjelaskan untuk produk kotak pengaman (safety box) akan menjadi tempat pembuangan limbah jarum suntik. Saat ini, produk tersebut tengah uji laboratorium klinis di Denmark. Setelah proses terebut selesai, kembali akan diuji oleh pihak Kementrian Kesehatan.

Sedangkan hydroxyapatite scaffold merupakan bahan gipsum untuk tulang dan gigi. Produk itu merupakan hasil kolaborasi dengan PT Phapros, yang juga merupakan anak perusahan RNI. Rencananya produksi kedua produk anyar tersebut akan dilaksanakan pada bulan Maret nanti dan akan dipasarkan oleh Phapros mulai tahun depan.

“Phapros berinvestasi sekitar Rp 4 miliar – Rp 5 miliar. Bila sudah produksi, nilai pendapatan sekitar Rp 3 miliar per tahun,” lanjut Achmad.

Dikutip dari KONTAN, Mitra Banjaran saat ini mengandalkan penjualan alat kesehatan dari produk jarum suntik. Tahun lalu, perusahaan ini mendapatkan order jarum suntik dari Kementerian Kesehatan sebanyak 22 juta unit. Bila nilai satu juta unit jarum suntik setara Rp 1 miliar, maka perusahaan ini mendapatkan Rp 22 miliar.