Ancaman Disrupsi Dalam Industri Rumah Sakit, Ini Kata Ketua Umum ARRSI

Ilustrasi Rumah Sakit. Foto : Freepik

Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARRSI) Susi Setiawaty mengatakan, disrupsi terjadi dimana-mana dalam bidang industri apapun. Bukan hanya berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi saja namun telah mengubah banyak hal sehingga tanpa disadari perubahan tersebut sudah terjadi.

“Oleh karena itu industri rumah sakit harus mengantisipasi perubahan yang akan terjadi dengan melakukan perubahan yang diperlukan sekarang. Termasuk akan hadirnya era Universal Health Coverage pada 1 Januari 2019 mendatang,” diungkapkannya dalam Seminar Nasional ARSSI beberapa waktu lalu.

Dirinya melanjutkan, rumah sakit harus cerdas dalam merumuskan kembali strategi yang mampu menghadapi situasi disrupsi dan pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) sehingga tetap menjadi rumah sakit pilihan bagi masyarakat. Rumah sakit yang memberikan layanan kesehatan baik dengan mengedepankan layanan yang bermutu dan aman.

“Menjadi rumah sakit yang smart dan safety, dalam menghadapi situasi disrupsi dan pelaksanaan UHC jadi tantangan ke depan. Berbagai upaya yang harus dilakukan antara lain melalui pelayanan yang cepat, tepat, aman dengan kendali mutu dan kendali biaya didukung sarana prasana dan perbekalan yang ramah lingkungan. Operasional rumah sakit harus efektif dan efisien, manajemen SDM juga harus kompeten”, tegas Susi.

Masih kata Susi, rumah sakit harus adaptif serta memiliki sistem informasi rumah sakit yang bertransformasi kearah digitalisasi. Guna memberikan pengetahun kepada rumah sakit maka ARSSI menyelenggarakan Seminar Nasional ARSSI 2018 yang bertujuan antara lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pemilik dan manajemen rumah sakit di Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi disrupsi di era yang kompetitif.