Ada Pijat dan Akupuntur, RS Unair Buka Layanan Pengobatan Tradisional

Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RS Unair) pada hari senin (08/07) meresmikan tiga layanan barunya, yaitu Airlangga Aesthetic Center, Poliklinik Layanan Tradisional dan Komplementer, serta Integrated Digital Design Center For Medical Unair Hospital – ITS.

Pihak RS Unair mengaku bahwa tiga layanan baru ini mengintegrasikan layanan konvensional dengan tradisional. Sebelumnya, sejumlah rumah sakit yang menyediakan layanan ini belum berstatus RS pendidikan.

Pun mereka meyakini bahwa sistem ini bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Sebab masyarakat akan memiliki banyak pilihan untuk melakukan pengobatan.

Direktur RS Unair, Prof Dr dr Nasronudin SpPD mengungkapkan RS pendidikan Unair telah diberikan keleluasaan dalam berkembang oleh universitas. Sehingga tidak hanya bergantung dengan pendanaan dari BPJS saja.

“Tenaga di RS Unair ini ya dari universitas, nantinya akan ada riset yang mendukung perbaikan layanan dan kebijakan baru,” tutur Prof. Nasronudin.

Sehingga akan ada sinergi antara akademisi, pebisnis, pemerintah serta masyarakat. Jadi masyarakat diajak berkomunikasi yang dibutuhkan apa sehingga bisa dikembangkan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Eranya sekarang kerjasama, termasuk pasien dan keluarga diajak kerjasama untuk peningkatan kerjasama. Dokter tidak lagi otoriter,” lanjutnya.

Selain itu, RS Unair juga tengah melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS) dengan mengembangkan berbagai produk teknologi sejak dua tahun terakhir.

Sementara itu, Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengatakan bahwa integrasi layanan kolaborasi tersebut, menjadi sangat penting agar semua bisa saling berkontribusi dan berjalan dengan baik.

Terkait dengan pengobatan tradisional  seperti urut dan akupuntur yang menjadi salah satu layanan baru mereka, Prof. Nasih menegaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan penghitungan dengan baik khususnya terkait SDM.

“Kami juga didorong untuk melahirkan progam studi S1 Pengobatan Tradisional. Namun, sebelum program studi itu ada, kami ingin memastikan bahwa kelak para lulusan memiliki kemampuan lapangan pekerjaan yang baik,” tandasnya.