3 Negara Asia Tenggara Menjadi Destinasi Wisata Medis Dunia

Bumrungard International Hospital Thailand. Salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Gambar : wikiwand.com

Banyak orang yang berburu pengobatan hingga ke luar negeri. Inilah yang melahirkan apa yang disebut sebagai wisata medis, salah satu ladang bisnis dalam industri kesehatan suatu negara. Tiga negara di Asia Tenggara sukses menggarap ini.

Dikutip dari artikel milik Tirto.id, seorang pria yang bernama Tofan memiliki pengalaman saat berobat ke rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dikatakan bahwa rumah sakit tersebut memiliki area yang sangat luas dan pastinya memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan rumah sakit di Indonesia. Tofan salah satu orang yang kebetulan bisa “mencicipi” wisata medis di Malaysia.

Pada 2014, Malaysia berhasil menarik 850.000 orang pasien dengan pendapatan 230 juta dolar AS. Tahun ini ditargetkan bisa meningkat hingga 330 juta dolar AS, dengan target 1 juta orang pasien luar negeri. Kurang lebih 80 persen pasien luar negeri mereka berasal dari Indonesia, yang diperkirakan menghabiskan 150 juta dolar untuk biaya berobat.

Beralih ke negeri tetangga Kita lainnya, Singapura. Masih dikutip dari sumber yang sama, dikabarkan bahwa Singapura rata-rata kedatangan 550.000 pasien luar negeri per tahun, dengan pasien terbanyaknya dari Indonesia. Selain itu, ada juga dari Filipina, Australia, sebagian lagi dari Amerika Utara dan Eropa. Negeri Singa ini cukup agresif mendorong jasa kesehatannya. Pada 2013 pemerintah mereka meluncurkan program Singapore Medicine Initiative untuk meningkatkan layanan dari bisnis ini.

Namun secara hitungan total, dua negara yang disebutkan sebelumnya masih berada di bawah Thailand. Diperkirakan sejak 2012 ada sekitar 2 juta lebih pasien datang dari segala penjuru dunia. Bisnis jasa ini memberikan pendapatan 2 miliar dolar AS bagi Thailand, yang menguasai 40 persen pasien wisata kesehatan di Asia. Thailand menyediakan layanan kesehatan mulai dari penanganan penyakit hingga operasi kelamin. Bahkan Bumrungrad International Hospital, oleh beberapa pihak didapuk sebagai salah satu rumah sakit terbaik di dunia.

Situs sea-globe.com menyebutkan bahwa untuk destinasi wisata medis dunia ternyata terus mengalami suatu perkembangan hingga mencapai 25% setiap tahunnya dengan jumlah pasiennya mencapai 11 juta orang dari berbagai negara di mana sepertiga jumlah tersebut memutuskan untuk melakukan pengobatan di Asia Tenggara karena alasan biaya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan beberapa rumah sakit di Amerika Serikat.

Dengan jumlah pengunjung yang datang ke Negara-negara tersebut mencapai jumlah yang sangat tinggi, sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa duniapun juga mengakui tiga negara tersebut sebagai destinasi wisata medis dunia.